Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat
Berdasarkan infografi yang saya ambil di situs lokadata.id ternyata Indonesia menempati peringkat ke enam dalam jumlah penderita diabetes di seluruh dunia.
International Diabetes Federation (IDF) mencatat saat ini setiap 8 detik ada orang yang meninggal akibat diabetes di dunia. Jumlah diabetesi di dunia naik menjadi 425 juta jiwa pada tahun 2017, namun banyak orang yang tidak sadar dirinya atau anggota keluarganya terkena diabetes.
Lima provinsi dengan prevalensi diabetes tertinggi adalah DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur. Penduduk di wilayah tersebut perlu memperhatikan pola konsumsi atau menjaga aktivitas supaya tidak diabetes.
Survei yang dilakukan IDF mengungkap bahwa 51% penderita diabetes yang terdiagnosa merasa membebani keluarga. Dua dari lima (43%) merasa cemas ketika terdiagnosa, dan 46% tidak ingin menyusahkan keluarga.
Sebelum diabetes semakin gawat atau menjadi komplikasi penyakit lainnya, anggota keluarga dapat mencermati gejala diabetes sejak dini, antara lain sering buang air kecil, cepat haus, lekas lapar, berat badan turun drastis, luka sulit sembuh, dan gejala lainnya.
Bentuk dukungan keluarga juga bisa melalui pola makan. Diabetesi bisa mempraktikkan 3J, yaitu mengelola Jadwal, Jumlah, dan Jenis makanan supaya asupan seimbang, sesuai kemampuan tubuh mengontrol gula darah.
Mari kita jaga kadar gula daral di tubuh kita agar tetap sehat dan tidal menjadi beban keluarga di usia tua nanti.
International Diabetes Federation (IDF) mencatat saat ini setiap 8 detik ada orang yang meninggal akibat diabetes di dunia. Jumlah diabetesi di dunia naik menjadi 425 juta jiwa pada tahun 2017, namun banyak orang yang tidak sadar dirinya atau anggota keluarganya terkena diabetes.
Lima provinsi dengan prevalensi diabetes tertinggi adalah DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur. Penduduk di wilayah tersebut perlu memperhatikan pola konsumsi atau menjaga aktivitas supaya tidak diabetes.
Survei yang dilakukan IDF mengungkap bahwa 51% penderita diabetes yang terdiagnosa merasa membebani keluarga. Dua dari lima (43%) merasa cemas ketika terdiagnosa, dan 46% tidak ingin menyusahkan keluarga.
Sebelum diabetes semakin gawat atau menjadi komplikasi penyakit lainnya, anggota keluarga dapat mencermati gejala diabetes sejak dini, antara lain sering buang air kecil, cepat haus, lekas lapar, berat badan turun drastis, luka sulit sembuh, dan gejala lainnya.
Bentuk dukungan keluarga juga bisa melalui pola makan. Diabetesi bisa mempraktikkan 3J, yaitu mengelola Jadwal, Jumlah, dan Jenis makanan supaya asupan seimbang, sesuai kemampuan tubuh mengontrol gula darah.
Mari kita jaga kadar gula daral di tubuh kita agar tetap sehat dan tidal menjadi beban keluarga di usia tua nanti.

Comments
Post a Comment